Franco Baresi, Bek Terbaik Sepanjang Masa

Franco Baresi

Informasi bola kali ini akan membahas mengenai pemain belakang terbaik sepanjang masa. Permainan sepak bola bukan hanya selalu tentang mencetak gol, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan bertahan untuk menghadapi gempuran serangan yang terjadi.

Keseimbangan kualitas penyerangan dan pertahanan adalah kunci kesuksesan dari tim sepak bola mana pun. Jika sebuah tim hanya memiliki kualitas penyerangan yang bagus tanpa disertai dengan pertahanan yang kokoh, tentunya akan mempersulit tim sepak bola tersebut dalam mencapai target yang telah ditetapkan dan begitu juga sebaliknya. Kendati demikian, akan selalu ada tim sepak bola yang lebih diunggulkan dari segi pertahanan ataupun penyerangan.

Sepak bola Italia dikenal memiliki kualitas pertahanan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan berbagai klub dari liga eropa. Stigma ini mulai berkembang ketika Italia menjuarai piala dunia tahun 1982 dengan mengandalkan gaya permainan catenaccio.

Singkatnya, catenaccio merupakan salah satu gaya permainan yang berfokus memperkuat pertahanan dengan cara menempatkan banyak pemain di lini belakang. Gaya permainan ini pun kerap kali dipandang negatif oleh banyak pihak, karena cara bermainnya yang dinilai membosankan.

Salah satu klub sepak bola Italia yang memiliki kualitas pertahanan yang baik adalah AC Milan. Ya, tim yang berjuluk rossoneri ini sempat menjadi tim yang paling ditakuti karena dikenal dengan memiliki kualitas komposisi pemain yang bagus baik dari segi pertahanan maupun penyerangan. Salah satu pemain kunci yang dianggap memiliki peran besar yang membawa AC Milan meraih beragam prestasi adalah Franco Baresi.

Franco Baresi, Bek Bertubuh Kecil yang Tangguh

Franco Baresi merupakan pemain berkebangsaan Italia yang lahir di yang lahir di Travagliato pada tahun 1960. Pemain ini mengawali debut bersama AC Milan pada tahun 1978 sebagai bek tengah. Baresi sempat dijadikan bahan ejekan oleh beberapa pihak karena postur badannya yang kecil, bahkan ia sempat mendapat julukan piscinin yang berarti si kecil.

Tinggi badannya yang berukuran 176 cm dinilai kurang ideal bagi seorang pemain belakang. Meski memiliki postur badan yang kecil, Baresi tidak takut dalam menghadapi berbagai penyerang yang memiliki postur badan yang lebih besar darinya. Hal itu ditunjukkan dengan sliding tackle agresif yang sering kali dilakukan. Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh Franco Baresi yang tidak dimiliki oleh semua pemain bertahan berkualitas adalah kemampuan membaca serangan lawan yang sangat baik.

Kemampuan ini tentunya akan sangat berguna bagi pemain belakang yang berperan sebagai sweeper dalam menghentikan berbagai serangan. Terlebih lagi AC Milan juga memiliki pemain belakang dengan kualitas yang tidak kalah hebat, seperti Paulo Maldini, Mauro Tassoti dan Alessandro Costacurta yang tentunya akan memperkokoh lini pertahanan.

Kualitas permainan Baresi yang sangat baik di setiap permainan membantu AC Milan dalam menjuarai kompetisi di liga domestik ataupun internasional. Tercatat selama 20 tahun membela AC Milan, pemain belakang berjuluk piscinin ini mampu mempersembahkan 3 trofi liga champion, 5 trofi Serie A, serta 2 trofi UEFA Super Cup dan Intercontinental Cup.

Sebagai bentuk penghormatan, kini AC Milan memutuskan untuk tidak lagi menggunakan nomor punggung 6 milik Baresi. Kegemilangan karirnya juga berlanjut di tim nasional Italia. Ia berhasil membantu Italia untuk menjuarai piala dunia tahun 1982. Pencapaian lainnya adalah ia ditunjuk sebagai kapten timnas pada tahun 1994. Banyaknya prestasi yang diraih menjadikan Franco Baresi sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa.

Sekian informasi dari situs judi bola terpercaya yang membahas mengenai bek terbaik sepanjang masa. Kami harap informasi yang disampaikan dapat menambah wawasan anda mengenai dunia sepak bola. Salam olahraga.